This is my cerpen #nggak bisa bahasa inggris sepenuhnyaa
Alice
duduk dikursi meja belajarnya. Ia duduk sambil membaca buku cerita yang ia
pinjam dari seorang teman nya disekolah.
Ah,
Ya , perkenalkan dia ialah Alice Mun. Biasanya dipanggil Alice. Lahir tanggal
12 April 2000. Hmm ... kembali keceritanya ... Alice sibuk membolak-balikkan
buku tersebut. Tiba-tiba beberapa menit kemudian Mama Alice mengetuk pintu
kamarnya.
“Alice,
mama dan papa harus pergi dulu sekarang. Mungkin besok malam mama dan papa baru
pulang. Jaga dirimu baik-baik ya!”Pesan Mama.
“Ya,
ma!”Jawab Alice dari kamar dengan malasnya.
Tak
terasa waktu berputar. Tiba-tiba pintu kamar Alice kembali diketuk oleh
seseorang.
Uh, kali ini siapa lagi sih?!
Batin Alice mendengus kesal.
“Alice,
kakak pergi dulu ya, ke rumah teman kakak. Ada kerja kelompok. Oh, ya ... kakak
akan menginap disana dan akan pulang kerumah sekitar jam sepuluh malam.”Seru
kakak Alice dari balik pintu kamar Alice.
“Ya,
yaa ...!!”Alice menjawab dengan malas.
Setelah
kakak nya pergi, Alice pun melanjutkan pekerjaannya yang tak lain adalah
membaca buku nya lagi. Tak dihiraukan nya waktu. Sekalipun matanya sudah berat,
dan sudah menguap beberapa kali, ia tetap “bertahan” dimeja nya itu. Dan sampai
akhirnya ...
“Hmph
... Mbok Imah?! ... Mbok?”Panggil Alice. Ditunggu nya Mbok Imah, tapi mbok Imah
tidak datang juga.
“MBOK
IMAAAAAAAAAHHH!!!”Alice berteriak kencang.
Mbok
Imah yang tadi sedang tidur jadi terganggu tidurnya, tapi ia segera menghampiri
Alice yang marah dikamar nya.
“Mbok
Imah kemana aja sih?!. Aku udah manggil dari tadi tetep aja enggak
datang!!”Omel Alice kesal.
Mbok
Imah diam saja. Ia tak berkutik sekalipun. Mau buat apa lagi?, toh Alice adalah
anak majikannya, jadi mbok Imah tidak bisa melawan.
“Tapi,
non a ...”
“Enggak
ada pake tapi-tapian !!, cepet buatin aku teh hangat, dan beli saja kue-kue
diwarung Kak Sami”Seru Alice.
“Baik
non. Tapi warung Sami sudah tutup sedari tadi”sahut mbok Imah, agak sedikit
takut.
“Sudah
tutup?! Kan warung Kak Sami tutup jam 10.00 !!, enggak mungkin sekarang udah
tutup!”Elak Alice.
“Sekarang
sudah jam 11.00 non. Dan tentu saja warung Sami sudah tutup. Coba deh, non liat
jam di dinding”Kata Mbok Imah.
“EH?.
Jam sebelas??”Alice merengut. Ia melirik jam dinding yang ada dikamarnya. Benar
saja kata Mbok Imah, sekarang sudah jam 11.00 , bahkan lebih 30 menit yang atau
artinya jam 12 kurang 30 menit.
Muka
Alice merah padam. Ia malu atas kelakuannya.
“Maafin
Alice ya, Mbok. Alice asal ceplos aja. Sekali lagi, maaf ya mbok”Seru Alice
sambil membungkuk didepan Mbok Imah.
“Iya,
enggak apa-apa kok. Tapi, non Alice nggak usah pakai membungkuk seperti itu.”Ujar
seorang perempuan paruh baya yang berumuran sekitar 48 tahunan itu, sambil
tersenyum. Tak ada sedikitpun kerutan tua yang menghiasinya. Sebaliknya
perempuan paruh baya itu tampak lebih muda dari yang sebenarnya.
“Hehehhe”Alice
tertawa linglung.
“Oh,
ya non, apa teh hangat nya jadi?”Tanya Mbok Imah.
“Enggak
jadi deh, Mbok. Soalnya Alice sudah ngantuk. Selamat Malam Mbok!”Sahut Alice.
Kini mukanya sudah berubah menjadi cerah, seperti bunga yang baru mekar.
“Malam
juga, non Alice.”
Akhirnya
Alice pun tidur dengan tenang. Ddipeluknya bantal guling yang ada diatas kasur
nya.
Zzzz
....
Pagi
nya setelah mandi, berpakaian, dsb ...
“Mbok
Imah .... Alice pergi dulu ke les masak ya !!”Pamit Alice dari depang ruang
tamu.
“Iya,
hati-hati dijalan”Pesan Mbok Imah yang sedang berada didapur. Ia sedang
memasak.
Di
tempat les masak Alice ...
“Anak-anak,
kali ini kita akan membuat pai apel. Seperti biasa pertama-tama siapkan
bahan-bahan yang kita perlukan, disini ada garam, gula, .... blablabla ....”Bu
Marnie menjelaskan panjang lebar.
Tak
disangkan pula, pai apel buatan Alice lah yang paling enak. Pulang dari les
masak nya, Alice berjalan. Memang tadi saat berangkat ke les masak Alice, ia
diantar oleh Pak Omi. Tapi kali ini Pak Omi tak bisa menjemputnya karena ada
sebuah urusan yang harus dikerjakan nya.
Alice
berjalan sendiri ditepi jalan setapak. Sesekali motor dan mobil lewat begitu
saja. Dan beberapa kali pula, Alice memandang bayangan nya yang terus ikut.
Panas , terik. Membuat Alice kehausan dan capek. Sayang nya, tadi Alice tidak
sempat membawa minum, apalagi uang jajan.
“Huh”Alice
mendengus kesal. Ditendang nya setiap batu yang menghalangi jalannya.
Ditengah
perjalanan nya untuk pulang, Alice berhenti sejenak. Berusaha mengistirahat kan
tubuhnya yang kelelahan.
“EH!”Keberuntungan
ternyata ada pada genggaman dirinya!. Ia mendapatkan sebuah ide yang sangat
brilian. Badannya yang tadi sudah mau jatuh dan lemas serta kaku, kini tegak.
Ia tersenyum.
Segera
Alice berlari sekencang-kencang nya. Kini ia tampak lebih semangat lagi. Tanpa
lelah sedikitpun yang tersisa, ia lari sekuat tenaga. Senyum nya selalu
mengembang. Bahkan sampai ia menertawakan dirinya sendiri dalam hati. Di
sapanya tiap-tiap orang yang dilewatinya.
Tak
terasa ....
“Akhirnya
.... hhh”Alice berhenti didepan rumah berwarna putih, dan tak salah lagi ...
itu rumahnya. Napasnya agak sesak karena tadi berlari-lari. Dada nya naik-turun
tak beraturan.
Mbok
Imah yang sedang menyiram bunga, dan mengetahui kehadiran Alice yang keadaanya
begitu “Parah” ia langsung mengambil minum air putih.
“Minumlah
...”Kata mbok Imah sambil menyodorkan segelas air putih.
“Terimakasih
mbok”Ucap Alice, lalu meminum air putih yang tadi diberi oleh Mbok Imah.
“Iya,
sama-sama. Tapi kenapa ya, kok non Alice begituan sih?”Tanya Mbok Imah
penasaran.
Suasana
hening.
“Ini
loh, mbok ... pstpstpst ... psssttt”Alice membisikkan sesuatu ditelinga Mbok
Imah. Mbok Imah mengangguk mengerti. “Nah gitu ceritanya. Jadi aku lari-larian
saking semangatnya”Tambah Alice tertawa kecil. Ia menunjukkan giginya yang
putih seperti “unjuk gigi”.
“Mbok
jangan kasih tau siapa-siapa ya!. Bisa berantakan nanti, rencananya !!
Oke”Ingat Alice.
“Sippp
....”Mbok Imah tertawa kercil.
Malam,
jam 9, Alice sudah siap dengan bahan-bahan yang dibutuhkan nya. Ia juga sudah
mandi. Kira-kira dia pengen buat apa ya?
Alice
mulai mencampurkan telur dan tepung. Lalu ia masukkan berbagai bumbu yang telah
ia pelajari. Apakah kalian bisa menebak, apa yang ingin dibuat oleh Alice ?
Alice
pun memasukkan sebuah kue kedalam microwave. Ia menunggu lama sampai ia
terkantuk-kantuk. Ya, tadi siang Alice tidak tidur, karena sibuk menyiapkan bahan-bahan
untuk membuat kue ini. 40 menit kemudian, Ting !! terdengar sebuah suara yang
berasal dari microwave yang berisi sebuah kue. Bau harum mengelilingi dapur
tempat ia memasak.
Jam
10 Malam....
Tok,
Tok, Tok !!. Kakak Alice mengetuk pintu rumah. Alice datang membukakan pintu.
Sebelum ituu, ia sudah menyiapkan “kuda-kuda”. Pintu rumah pun dibuka oleh
Alice dan ....
“Dooorrr
!!!!!!”Alice mengejutkan kakak nya.
Bisa copot jantungku ... Kakak
Alice membatin.
“Kenapa
sih, kok pakai acaran kejutan segala? Kan bisa baik-baik aja!!”Sungut kakak
Alice.
“Ih,
namanya juga SURPRISE !!!!!!!”Alice tertawa cekikikan ketika mengetahui kakak
nya yang kaget setengah mati. “Hahahahha ...”Tawa Alice meledak.
Tapi
setelah itu Alice langsung memberi satu potong kue yang ia buat.
“Hmm
... dari aromanya, ini kue, kue pai ... kue pai apel ya?!”Tebak kakak Alice
semangat.
“Yoi
dong !!”Seru Alice.
Tak
berapa lama kemudian, Mama dan Papa Alice pun datang.
“Surprise!”Seru
Alice sambil memperlihatkan kue pai apel nya pada mama dan papa. Setelah
rasanya dicicip oleh Mama dan Papa, mereka pun
memberi komentar.
“Gurih,
renyah ...”Komentar mama.
“Enak!”Seru
papa sambil mengancungkan dua jempol pada Alice.
“Lice
... buatin buat kakak satu potong lagi dong ... enak nih ...”Pinta kakak Alice
sambil memegang perut lalu mengelus nya. Grtt ... ternyata perut kakak Alice,
mengaum !!
Alice
tertaawa terbahak-bahak melihat kakak nya kelaparan, “KABUR ... !!!”Teriak
Alice.
“Hahaha
...”Mama dan Papa tertawa melihat tingkah Alice dan kakaknya. Aneh deh... !.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar