Rabu, 24 Oktober 2012

Surprise !


This is my cerpen #nggak bisa bahasa inggris sepenuhnyaa
Alice duduk dikursi meja belajarnya. Ia duduk sambil membaca buku cerita yang ia pinjam dari seorang teman nya disekolah.
Ah, Ya , perkenalkan dia ialah Alice Mun. Biasanya dipanggil Alice. Lahir tanggal 12 April 2000. Hmm ... kembali keceritanya ... Alice sibuk membolak-balikkan buku tersebut. Tiba-tiba beberapa menit kemudian Mama Alice mengetuk pintu kamarnya.
“Alice, mama dan papa harus pergi dulu sekarang. Mungkin besok malam mama dan papa baru pulang. Jaga dirimu baik-baik ya!”Pesan Mama.
“Ya, ma!”Jawab Alice dari kamar dengan malasnya.
Tak terasa waktu berputar. Tiba-tiba pintu kamar Alice kembali diketuk oleh seseorang.
Uh, kali ini siapa lagi sih?! Batin Alice mendengus kesal.
“Alice, kakak pergi dulu ya, ke rumah teman kakak. Ada kerja kelompok. Oh, ya ... kakak akan menginap disana dan akan pulang kerumah sekitar jam sepuluh malam.”Seru kakak Alice dari balik pintu kamar Alice.
“Ya, yaa ...!!”Alice menjawab dengan malas.
Setelah kakak nya pergi, Alice pun melanjutkan pekerjaannya yang tak lain adalah membaca buku nya lagi. Tak dihiraukan nya waktu. Sekalipun matanya sudah berat, dan sudah menguap beberapa kali, ia tetap “bertahan” dimeja nya itu. Dan sampai akhirnya ...
“Hmph ... Mbok Imah?! ... Mbok?”Panggil Alice. Ditunggu nya Mbok Imah, tapi mbok Imah tidak datang juga.
“MBOK IMAAAAAAAAAHHH!!!”Alice berteriak kencang.
Mbok Imah yang tadi sedang tidur jadi terganggu tidurnya, tapi ia segera menghampiri Alice yang marah dikamar nya.
“Mbok Imah kemana aja sih?!. Aku udah manggil dari tadi tetep aja enggak datang!!”Omel Alice kesal.
Mbok Imah diam saja. Ia tak berkutik sekalipun. Mau buat apa lagi?, toh Alice adalah anak majikannya, jadi mbok Imah tidak bisa melawan.
“Tapi, non a ...”
“Enggak ada pake tapi-tapian !!, cepet buatin aku teh hangat, dan beli saja kue-kue diwarung Kak Sami”Seru Alice.
“Baik non. Tapi warung Sami sudah tutup sedari tadi”sahut mbok Imah, agak sedikit takut.
“Sudah tutup?! Kan warung Kak Sami tutup jam 10.00 !!, enggak mungkin sekarang udah tutup!”Elak Alice.
“Sekarang sudah jam 11.00 non. Dan tentu saja warung Sami sudah tutup. Coba deh, non liat jam di dinding”Kata Mbok Imah.
“EH?. Jam sebelas??”Alice merengut. Ia melirik jam dinding yang ada dikamarnya. Benar saja kata Mbok Imah, sekarang sudah jam 11.00 , bahkan lebih 30 menit yang atau artinya jam 12 kurang 30 menit.
Muka Alice merah padam. Ia malu atas kelakuannya.
“Maafin Alice ya, Mbok. Alice asal ceplos aja. Sekali lagi, maaf ya mbok”Seru Alice sambil membungkuk didepan Mbok Imah.
“Iya, enggak apa-apa kok. Tapi, non Alice nggak usah pakai membungkuk seperti itu.”Ujar seorang perempuan paruh baya yang berumuran sekitar 48 tahunan itu, sambil tersenyum. Tak ada sedikitpun kerutan tua yang menghiasinya. Sebaliknya perempuan paruh baya itu tampak lebih muda dari yang sebenarnya.
“Hehehhe”Alice tertawa linglung.
“Oh, ya non, apa teh hangat nya jadi?”Tanya Mbok Imah.
“Enggak jadi deh, Mbok. Soalnya Alice sudah ngantuk. Selamat Malam Mbok!”Sahut Alice. Kini mukanya sudah berubah menjadi cerah, seperti bunga yang baru mekar.
“Malam juga, non Alice.”
Akhirnya Alice pun tidur dengan tenang. Ddipeluknya bantal guling yang ada diatas kasur nya.
Zzzz ....
Pagi nya setelah mandi, berpakaian, dsb ...
“Mbok Imah .... Alice pergi dulu ke les masak ya !!”Pamit Alice dari depang ruang tamu.
“Iya, hati-hati dijalan”Pesan Mbok Imah yang sedang berada didapur. Ia sedang memasak.
Di tempat les masak Alice ...
“Anak-anak, kali ini kita akan membuat pai apel. Seperti biasa pertama-tama siapkan bahan-bahan yang kita perlukan, disini ada garam, gula, .... blablabla ....”Bu Marnie menjelaskan panjang lebar.
Tak disangkan pula, pai apel buatan Alice lah yang paling enak. Pulang dari les masak nya, Alice berjalan. Memang tadi saat berangkat ke les masak Alice, ia diantar oleh Pak Omi. Tapi kali ini Pak Omi tak bisa menjemputnya karena ada sebuah urusan yang harus dikerjakan nya.
Alice berjalan sendiri ditepi jalan setapak. Sesekali motor dan mobil lewat begitu saja. Dan beberapa kali pula, Alice memandang bayangan nya yang terus ikut. Panas , terik. Membuat Alice kehausan dan capek. Sayang nya, tadi Alice tidak sempat membawa minum, apalagi uang jajan.
“Huh”Alice mendengus kesal. Ditendang nya setiap batu yang menghalangi jalannya.
Ditengah perjalanan nya untuk pulang, Alice berhenti sejenak. Berusaha mengistirahat kan tubuhnya yang kelelahan.
“EH!”Keberuntungan ternyata ada pada genggaman dirinya!. Ia mendapatkan sebuah ide yang sangat brilian. Badannya yang tadi sudah mau jatuh dan lemas serta kaku, kini tegak. Ia tersenyum.
Segera Alice berlari sekencang-kencang nya. Kini ia tampak lebih semangat lagi. Tanpa lelah sedikitpun yang tersisa, ia lari sekuat tenaga. Senyum nya selalu mengembang. Bahkan sampai ia menertawakan dirinya sendiri dalam hati. Di sapanya tiap-tiap orang yang dilewatinya.
Tak terasa ....
“Akhirnya .... hhh”Alice berhenti didepan rumah berwarna putih, dan tak salah lagi ... itu rumahnya. Napasnya agak sesak karena tadi berlari-lari. Dada nya naik-turun tak beraturan.
Mbok Imah yang sedang menyiram bunga, dan mengetahui kehadiran Alice yang keadaanya begitu “Parah” ia langsung mengambil minum air putih.
“Minumlah ...”Kata mbok Imah sambil menyodorkan segelas air putih.
“Terimakasih mbok”Ucap Alice, lalu meminum air putih yang tadi diberi oleh Mbok Imah.
“Iya, sama-sama. Tapi kenapa ya, kok non Alice begituan sih?”Tanya Mbok Imah penasaran.
Suasana hening.
“Ini loh, mbok ... pstpstpst ... psssttt”Alice membisikkan sesuatu ditelinga Mbok Imah. Mbok Imah mengangguk mengerti. “Nah gitu ceritanya. Jadi aku lari-larian saking semangatnya”Tambah Alice tertawa kecil. Ia menunjukkan giginya yang putih seperti “unjuk gigi”.
“Mbok jangan kasih tau siapa-siapa ya!. Bisa berantakan nanti, rencananya !! Oke”Ingat Alice.
“Sippp ....”Mbok Imah tertawa kercil.
Malam, jam 9, Alice sudah siap dengan bahan-bahan yang dibutuhkan nya. Ia juga sudah mandi. Kira-kira dia pengen buat apa ya?
Alice mulai mencampurkan telur dan tepung. Lalu ia masukkan berbagai bumbu yang telah ia pelajari. Apakah kalian bisa menebak, apa yang ingin dibuat oleh Alice ?
Alice pun memasukkan sebuah kue kedalam microwave. Ia menunggu lama sampai ia terkantuk-kantuk. Ya, tadi siang Alice tidak tidur, karena sibuk menyiapkan bahan-bahan untuk membuat kue ini. 40 menit kemudian, Ting !! terdengar sebuah suara yang berasal dari microwave yang berisi sebuah kue. Bau harum mengelilingi dapur tempat ia memasak.
Jam 10 Malam....
Tok, Tok, Tok !!. Kakak Alice mengetuk pintu rumah. Alice datang membukakan pintu. Sebelum ituu, ia sudah menyiapkan “kuda-kuda”. Pintu rumah pun dibuka oleh Alice dan ....
“Dooorrr !!!!!!”Alice mengejutkan kakak nya.
Bisa copot jantungku ... Kakak Alice membatin.
“Kenapa sih, kok pakai acaran kejutan segala? Kan bisa baik-baik aja!!”Sungut kakak Alice.
“Ih, namanya juga SURPRISE !!!!!!!”Alice tertawa cekikikan ketika mengetahui kakak nya yang kaget setengah mati. “Hahahahha ...”Tawa Alice meledak.
Tapi setelah itu Alice langsung memberi satu potong kue yang ia buat.
“Hmm ... dari aromanya, ini kue, kue pai ... kue pai apel ya?!”Tebak kakak Alice semangat.
“Yoi dong !!”Seru Alice.
Tak berapa lama kemudian, Mama dan Papa Alice pun datang.
“Surprise!”Seru Alice sambil memperlihatkan kue pai apel nya pada mama dan papa. Setelah rasanya dicicip oleh Mama dan Papa, mereka pun  memberi komentar.
“Gurih, renyah ...”Komentar mama.
“Enak!”Seru papa sambil mengancungkan dua jempol pada Alice.
“Lice ... buatin buat kakak satu potong lagi dong ... enak nih ...”Pinta kakak Alice sambil memegang perut lalu mengelus nya. Grtt ... ternyata perut kakak Alice, mengaum !!
Alice tertaawa terbahak-bahak melihat kakak nya kelaparan, “KABUR ... !!!”Teriak Alice.
“Hahaha ...”Mama dan Papa tertawa melihat tingkah Alice dan kakaknya. Aneh deh... !.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar